Kenali Gangguan Belajar pada Anak

Belajar adalah kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam setiap penyelenggara jenis dan jenjang pendidikan. Tingkat keberhasilan atau gagalnya pencapaian tujuan pendidikan sangat bergantung pada proses belajar yang dialami seorang, baik ketika ia berada dalam sekolah maupun lingkungan rumah atau keluarga sendiri.

Secara tidak sadar anak-anak memilki berbagai gangguan dalam belajar yang berbeda-beda namun masih mudah untuk di ubah. Berikut beberapa gangguan yang dialami anak dalam belajar:

  1. Gangguan Persepsi Visual

Gangguan persepsi visual membuat anak tidak bisa melihat huruf atau angka dengan posisi yang berbeda dari yang tertulis, sehingga seringkali terbalik dalam menuliskannya kembali. Anak juga menuliskan kata dengan urutan yang salah, sepeti ibu ditulis ubi. Anak sulit memahami antara kiri dan kanan. Gejala lain ditemukan anak juga sulit mengkooridnasikan antara mata (penglihatan) dengan tindakan (tangan, kaki dan lain-lain.

  1. Gangguan auditori

Auditori yaitu pendengaran. Anak yang memiliki gangguan auditori sulit membedakan bunyi. Ia merasa bingung dengan bunyi yang datang dari berbagai penjuru (sulit menyaring). Sehingga anak susah mengikuti diskusi, karena sementara mencoba memahami apa yang sedang didengar, sudah datang suara (masalah) lain.

  1. Gangguan bahasa

Anak yang mengalami gangguan bahasa ditandai dengan kesulitan dalam memahami atau menangkap apa yang dikatakan orang kepadanya. Anak juga mengalami kesulitan dalam mengkoordinasi atau mengatakan apa yang sedang dipikirkan.

4. Gangguan Perseptual Motorik

Dalam gangguan ini, anak mengalami kesulitan dalam melakukan motorik halus seperti mewarnai, menggunting, menempel dan sebagainya.Anak juga memiliki masalah dalam koordinasi dan disorientasi yang mengakibatkan canggung dan kaku dalam gerakannya.

5. Gangguan Hiperaktivitas

Gangguan ini dialami anak yang sangat aktif, sehingga sukar mengontrol aktifitas motorik dan selalu bergerak (tak bisa diam).  Anak berpindah-pindah dalam mengerjakan tugas tanpa menyelesaikan tugas tersebut.

6. Gangguan Distraksi

Gangguan distraksi membuat anak tidak dapat membedakan stimulus yang penting dan tidak penting. Anak juga tidak teratur, karena memiliki urutan-urutan dalam proses pemikiran. Perhatiannya sering berbeda dengan apa yang sedang dikerjakan.

Gangguan-gangguan tersebut dapat dikenali sebagai tanda minat dan bakat anak. Anak bisa diberikan terapi atau latihan secara perlahan sehingga menghilangkan gangguan-gangguan tersebut. Anak yang mengalami kesulitan motorik, diberi tugas dan dibimbing dalam melakukan kreatifitas yang menggunakan mewarnai, menggunting dan menempel. Semoga peran guru terutama orang tua bisa senantiasa membimbing dalam proses pembelajaran anak dalam setiap perkembangannya. Sehingga gangguan-gangguan belajar pada anak seperti diatas tadi bisa hindari dan disembuhkan dengan mudah.