Dengan Telor, Siswa Belajar Tanggung Jawab

Siswa Kelas 1 SDIT Bunayya belajar menulis elok

Tangerang, HUMAS BUNAYYA-(09/01/2018). Pada Senin 8 Januari 2018 lalu, siswa SDIT Bunayya telah mendapatkan materi mengenai karakter kepemimpinan dan bertanggung jawab. Hari ini, Selasa 9 Januari 2018, siswa SDIT Bunayya mulai mempraktekkan dalam memimpin diri sendiri dan belajar memimpin menyelesaikan tugas. Tidak hanya itu, kegiatan yang berkaitan dengan hari sebelumnya juga mengajarkan siswa lebih dalam mengenai literasi sekolah.

Siswa kelas 1 sampai dengan kelas 3 di bimbing dalam mewarnai gambar, menulis puisi dan membacakannya, membaca buku dan menceritakan kembali. Siswa juga belajar dalam menulis elok dan membaca janji pelajar.

Sedangkan siswa kelas 4 sampai dengan kelas 6 di minta untuk membawa telur mentah ke sekolah. Telur yang di bawa tidak boleh jatuh dan pecah. Maka dari itu telur harus di kalungkan dengan tali dari mulai berangkat sampai pulang sekolah. Telur yang akhirnya pecah tidak boleh di buang, harus tetap di kalungkan dengan plastik. Dari peristiwa telur inilah, siswa di ajarkan untuk disiplin dalam menjaga barang. Sama halnya dengan menjaga amanah. Aturan bahwa telur yang pecah harus tetap di bawa kemana pun, mengajarkan siswa untuk bertanggung jawab atas perilakunya. Tidak lantas telur itu di buang ke tempat sampah. Terlepas dari apapun penyebab pecahnya telur, siswa tetap harus menanggung resiko untuk membawa pecahan telurnya. Hal ini mengajarkan siswa untuk tidak lari dalam menghadapi masalah.

Meskipun ada beberapa siswa yang pecah telurnya namun cukup banyak siswa yang disiplin dlam menjaga telurnya. Contohnya Refan dan Farida, siswa kelas 5 SDIT Bunayya. “Tips biar telor tidak pecah itu di tebelin dengan membungkus plastik lebih biar tak mudah pecah.”

Siswa kelas 5 dengan telurnya yang tidak pecah

Masih dengan membawa telur, siswa mengikuti permainan memasukkan paku ke dalam botol. Permainan ini sangat umum di gunakan. Pemain tidak boleh banyak bergerak kecuali maju, mundur, turun dan berdiri sesuai yang sang leader perintahkan. Membelakangi botol dan tidak boleh sama sekali menengok melihat posisi paku. Pemain cukup mengikuti instruksi yang di berikan oleh leadernya. Permainan ini mengajarkan siswa untuk berlatih mendengar dan mentaati perintah. Sebagai posisi leader juga belajar untuk mengorganisir para pemainnya dengan bijaksana.