Ayah, Bunda, Didik Aku Sebagaimana Nabi Mendidik

Semua orangtua sepakat, bahwa merekalah madrasah pertama untuk anaknya. Untuk menciptakan anakyang sholeh dan sholehah maka anak pun perlu dididik dengan ajaran rasulullah nabi Muhammad SAW. Hadist yang diriwayatkan oleh Muslim, Rasulullah pernah berkata “Jika anak Adam meninggal, maka amalnya terputus kecuali dari tiga perkara, sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang berdoa kepadanya.” Maka dari itu tinggi urgensinya mendidik anak sesuai dengan ajaran islam.

Anak dididik sejak di dalam kandungan. Ibu hamil dengan melakukan banyak kebaikan seperti membaca al-qur’an dan tidak melakukan kebathilan- akan mempengaruhi janin yang berada dalam kandungan. Anak tidak diperbolehkan untuk dibentak. Rasul menegur dengan mengatakan bahwa air kotor bisa dicuci sedangkan sakit hati anak susah diobati. Rasul juga mengajarkan untuk tidak membedakan anak laki-laki dan perempuan.

Diriwayatkan oleh Thabrani,  Rasulullah pernah berkata “Didiklah anak – anakmu atas tiga hal, mencintai Nabimu, mencintai keluarganya, dan membaca Al – Quran. Sebab para ahli Al – Quran itu berada dalam naungan singgasana Allah pada hari yang tidak ada perlindungan selain daripada perlindungan – Nya.” Maka sangat perlu, orangtua menanamkan aqidah kepada anak-anaknya. Mulai dari mengajak dan mengajarkan sholat berjama’ah di masjid dan memperkenalkan al-qur’an. Rasulullah kerap kali menyuruh untuk mencium dan mengusap kepala anak sebagai bentuk ‘Alzimu auladakum’ atau kedekatan anak dengan orangtua. Dekat dalam artian orangtua dapat menjadi sahabat dan teman bermain bagi anaknya. Jika orangtua selalu sibuk sendiri, meskipun sudah berada di dekat sang anak, anak tetap tak merasa diperhatikan. Bahkan dapat memicu anak mempunyai kesibukannya sendiri.

Nabi Muhammad SAW. bersabda, “ Gunakanlah cinta dan kasih sayang dalam mendidik dan membina, dan jangan menggunakan kekejaman. Sebab, seorang penasihat yang bijak adalah lebih baik ketimbang seorang yang kejam.” Namun ketika anak sudah diatas sepuluh tahun, Nabi menganjurkan untuk memukul anaknya bila anak malas dan meninggalkan sholat. Hal itu menandakan bahwa nabi memerintahkan orangtua untuk memberikan ketegasan perihal ibadah.

“Dari ‘Amar bin Syu’aib, dari ayahnya dari kakeknya ra., ia berkata: Rasulullah saw. Bersabda: “perintahlah anak – anakmu mengerjakan salat ketika berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka karena meninggalkan salat bila berumur sepuluh tahun, dan pisahlah tempat tidur mereka (laki – laki dan perempuan)!” (HR. Abu Daud)

Selain usia 0-5 tahun, rasulullah melarang untuk memanjakannya. Ini yang dilakukan rasulullah SAW terhadap Fathimah, putri nabi yang mengeluh dan meminta adanya pembantu. Lantaran semua pekerjaan rumah dikerjakannya semua. Rasul menyuruh Fathimah untuk bertasbih sebanyak tiga puluh tiga kali sebelum tidur, bertahmid sebanyak tiga puluh tiga kali, dan bertakbir sebanyak tiga puluh empat kali. Selama mendidik anak Allah memberi peringatan kepada hambaNya untuk berhati-hati, karena anak bisa menjadi musuh dan fitnah, jika tidak dididik dengan baik. Allah juga mengatakan dalam al-qur’an didiklah anak agar anak bisa menjadi perhiasan dan penyejuk mata untuk orang tuanya.